Kilas Berita
Mohon para orang tua yang mempunyai anak usia TK s/d SD agar mengantar putra-putrinya ke BIAK di Wilayah masing-masing. Hubungi kami selengkapnya. |
Sedang Online
We have 6 guests online| Designed by: |
| Jalan Menuju Kekudusan dalam Era Digital |
|
Dalam suatu kesempatan, saya mendapatkan undangan pembekalan iman dengan judul Menjadi Semakin Katolik di Gereja Katolik yang diadakan di paroki kami. Pada kesempatan itu, para peserta diingatkan kembali akan salah satu kebiasaan umat Katolik, yaitu berdoa Rosario. Sebelum Paus Yohanes Paulus II menambahkan Peristiwa Terang sebagai salah satu peristiwa dalam devosi kepada Bunda Maria ini, umat Katolik hanya mengenal 3 peristiwa saja, yaitu: Peristiwa Gembira untuk hari Senin dan Sabtu, Peristiwa Sedih untuk Selasa dan Jumat serta Peristiwa Mulia untuk hari Rabu dan Minggu. Umat Katolik purba berdoa rosario untuk mengenangkan 3 peristiwa tersebut setiap hari sehingga mereka setidaknya melafalkan Doa Salam Maria 150x setiap harinya.
Pertanyaannya kenapa kok 150x, seorang pak tua dalam pembekalan tersebut menjawab pertanyaan romo pengajar bahwa jumlah bab dalam kitab Mazmur adalah 150 bab. Lalu romo menjelaskan bahwa kaum awam pada jaman itu mayoritas buta huruf sehingga yang bisa berdoa mazmur hanyalah biarawan dan biarawati saja. Sehingga kalau para biarawan dan biarawati berdoa mazmur maka para awam cukup berdoa rosario 3 peristiwa sekaligus setiap harinya. Apabila kita tekun melakukannya, dengan asumsi tiap hari 1 bab dalam Kitab Mazmur maka setiap tahun kita sudah mendengarkan seluruh kitab Mazmur ini 2x. Mirip dengan ini kita bisa mendengarkan kitab Amsal. Karena kitab Amsal ini terdiri dari 31 bab maka kita pakai tanggal hari yang bersangkutan untuk menentukan bab yang harus kita dengarkan. Yuk dicoba yuk... Semoga melalui cara ini, kita bisa menyerupai para kudus dalam era yang serba digital ini. Amin. |
| Last Updated on Tuesday, 29 November 2011 17:47 |

Fasilitas Surat Pembaca ini disediakan bagi pengunjung web yang ingin menuliskan pesan-pesannya. Mohon digunakan dengan bijaksana demi kenyamanan kita bersama.