“Berbahagialah bangsa, yang Allahnya ialah Tuhan, suku bangsa yang dipilihNya menjadi milikNya sendiri. Tuhan memandang dari sorga, Ia melihat semua anak manusia. Sesungguhnya, mata Tuhan tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setiaNya, untuk melepaskan mereka dari maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan”
Membuka kelas pelayanan kreatif angkatan II meliputi kelas Tari (tambourine, streamer, hip hop, working dance, flag). Kelas Musik (gitar, keyboard, vocal) dan kelas Teater untuk periode Peb - Mei 2012. Jadwal dan kontribusi lengkap biaya, hubungi sekretariat, Ira 9081.1315.772 & Dewi 081.2493.7199. Info "through cretivity serving God with love".
Kelompok / kategori ini berisi pengalaman pribadi atau sharing iman untuk saling berbagi di antara sesama pengunjung website agar iman kita akan Yesus Kristus semakin bertumbuh. Silakan kirimkan sharing anda ke suratpembaca[at]gerejaalgonzsby.org. Atau bisa juga melalui menu Hubungi Kami.
Lembar Daftar Petugas Misa / Tata Letak Gereja
Kalau mau download denah tersebut silakan ambil filenya di sini (dalam format PDF). Ukuran file kurang dari 700 kilobytes.
Karya dari pak RudiKristanto Hak cipta dilindungi undang-undang: wilayah VI St. Yohanes Pemandi, Lingkungan St. Yoseph
Merenungkan khotbah Romo dalam Perayaan Ekaristi Minggu Adven III tentang kerendahan hati Yohanes Pembaptis--yang meskipun berperan penting dalam mempersiapkan kedatangan Yesus namun tetap merasa bahwa ia bukan siapa-siapa (bahkan membuka tali kasut Yesus pun ia tak layak), membuatku teringat akan beberapa pengalamanku sendiri, yang ingin ku-sharingkan di sini...
Bicara tentang rendah hati itu gampang. Tapi sungguh, untuk benar-benar menjalankannya...sungguh sangat sulit! Apalagi kalau orang-orang di sekitarmu suka memuji-muji dirimu. Begini.. aku adalah seorang lektor yang lumayan sering bertugas di Perayaan Ekaristi. Banyak orang bilang suaraku bagus. Kalau kau terus-terusan dipuji, lama-lama kau pasti akan berpikir bahwa suaramu memang bagus kan? Nah, suatu saat ada lomba lektor tingkat Paroki. Aku diutus oleh wilayah (atau lingkungan ya? aku lupa..). Yang jelas, sebelum lomba aku sudah pede bahwa aku pasti menang, entah no. 1 atau paling jelek no. 3. Namun, apa yang terjadi?
Dalam suatu kesempatan, saya mendapatkan undangan pembekalan iman dengan judul Menjadi Semakin Katolik di Gereja Katolik yang diadakan di paroki kami. Pada kesempatan itu, para peserta diingatkan kembali akan salah satu kebiasaan umat Katolik, yaitu berdoa Rosario.
Sebelum Paus Yohanes Paulus II menambahkan Peristiwa Terang sebagai salah satu peristiwa dalam devosi kepada Bunda Maria ini, umat Katolik hanya mengenal 3 peristiwa saja, yaitu: Peristiwa Gembira untuk hari Senin dan Sabtu, Peristiwa Sedih untuk Selasa dan Jumat serta Peristiwa Mulia untuk hari Rabu dan Minggu. Umat Katolik purba berdoa rosario untuk mengenangkan 3 peristiwa tersebut setiap hari sehingga mereka setidaknya melafalkan Doa Salam Maria 150x setiap harinya.