Kilas Berita

Pastor / Romo

Mendatangkan Pastor

Bagi siapa saja yang mendatangkan Pastor dari luar Paroki Algonz, untuk kegiatan apapun, MOHON DENGAN SANGAT MEMBERITAHU PASTOR PAROKI. Mohon kerjasamanya.

Cuplikan Foto2x Kegiatan

Anda Pengunjung ke-

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini72
mod_vvisit_counterKemarin109
mod_vvisit_counterMinggu ini758
mod_vvisit_counterMinggu lalu709
mod_vvisit_counterBulan ini2091
mod_vvisit_counterBulan lalu3219
mod_vvisit_counterKeseluruhan39801

Sedang Online

We have 1 guest online


Designed by:

Ke Israel

Seorang pengusaha Yahudi di Chicago mengirim putranya ke Israel selama setahun, untuk mempelajari kebudayaan leluhurnya. Ketika sang putra pulang, ia berkata, “Papa, aku senang sekali selama berada di Israel. Oh ya, aku sekarang pindah menjadi Katolik, ya.”

“Aduh!”, kata sang ayah. “Apa yang telah aku lakukan?”. Ia lalu membawa masalah itu ke sahabatnya, Ike.

“Ike,” katanya, “Aku telah mengirim putraku ke Israel, tapi dia lalu pulang sebagai orang Katolik. Apa yang harus aku lakukan?”

“Eh, lucu juga kamu bertanya begitu,” jawab Ike. “Aku juga telah mengirim putraku ke Israel, dan sepulangnya dari sana, ia menjadi Katolik juga. Mungkin kita perlu menghadap Rabbi nih.”

Maka mereka berdua pun menghadap Rabbi, dan menjelaskan persoalan mereka kepadanya.

 

“Lucu juga,” kata si Rabbi. “Aku juga telah mengirim putraku ke Israel, dan ia juga menjadi Katolik ketika pulang. Apa yang terjadi pada para pemuda kita?”

Akhirnya mereka bertiga berdoa, mengadukan masalah putra-putra mereka kepada Allah Bapa.

Ketika mereka selesai berdoa, terdengarlah sebuah suara dari Surga:

“Lucu juga kalian telah bertanya,” kata Suara itu…

“Aku pun dulu telah mengutus PutraKu ke Israel..…”

Sumber: diterjemahkan dari sebuah e-mail

Ke Israel

 

Seorang pengusaha Yahudi di Chicago mengirim putranya ke Israel selama setahun, untuk mempelajari kebudayaan leluhurnya. Ketika sang putra pulang, ia berkata, “Papa, aku senang sekali selama berada di Israel. Oh ya, aku sekarang pindah menjadi Katolik, ya.”

 

“Aduh!”, kata sang ayah. “Apa yang telah aku lakukan?”. Ia lalu membawa masalah itu ke sahabatnya, Ike.

 

“Ike,” katanya, “Aku telah mengirim putraku ke Israel, tapi dia lalu pulang sebagai orang Katolik. Apa yang harus aku lakukan?”

 

“Eh, lucu juga kamu bertanya begitu,” jawab Ike. “Aku juga telah mengirim putraku ke Israel, dan sepulangnya dari sana, ia menjadi Katolik juga. Mungkin kita perlu menghadap Rabbi nih.”

 

Maka mereka berdua pun menghadap Rabbi, dan menjelaskan persoalan mereka kepadanya.

 

“Lucu juga,” kata si Rabbi. “Aku juga telah mengirim putraku ke Israel, dan ia juga menjadi Katolik ketika pulang. Apa yang terjadi pada para pemuda kita?”

 

Akhirnya mereka bertiga berdoa, mengadukan masalah putra-putra mereka kepada Allah Bapa.

 

Ketika mereka selesai berdoa, terdengarlah sebuah suara dari Surga:

 

“Lucu juga kalian telah bertanya,” kata Suara itu…

 

“Aku pun dulu telah mengutus PutraKu ke Israel..…”

 

 

Sumber: diterjemahkan dari sebuah e-mail

Last Updated on Saturday, 19 November 2011 07:09
 

Add comment

Salam damai dalam Kristus,

Fasilitas Surat Pembaca ini disediakan bagi pengunjung web yang ingin menuliskan pesan-pesannya. Mohon digunakan dengan bijaksana demi kenyamanan kita bersama.


Security code
Refresh