Sabtu, 26 Desember 2015 - Paroki St. Aloysius Gonzaga, Surabaya
BERANDA

Kis 6:8-10; 7:54-59 | Mzm 31:3c-4.6.8a.16b.17 | Mat 10:17-22

Karena Aku kamu akan digiring ke muka para penguasa dan raja-raja.

Pada waktu mengutus murid-muridNya, Yesus berkata, "Waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya. Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah. Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga. Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu. Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka. Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena namaKu; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.

---ooOoo---

Tanggal 4 Juli 1976, dunia dikejutkan oleh operasi pembebasan para sandera Yahudi di Bandara Entebbe, Uganda, oleh pasukan komando Israel. 103 sandera dibebaskan, dengan korban tiga orang dan beberapa terluka. Regu penyelamat merayakan keberhasilannya di atas pesawat, ketika datang berita, bahwa Yonathan Netanyahu, komandan operasi, tewas oleh peluru tentara Uganda. Amir Ofer, salah satu pelaku penyelamatan menggambarkan perasaannya, "Seluruh kegembiraan itu runtuh seperti ditebas dengan kapak. Kami kehilangan komandan tapi kamu juga tahu, bahwa kami sudah melakukan sesuatu yang luar biasa" (http://www.youtube.com/watch?v=lemwyO054OI - 40:56-41:07). Di balik sukses dan sukacita, selalu ada korban dan penderitaan.

Liturgi gereja menempatkan pesta St. Stefanus, martir pertama, pada hari sesudah Natal. Ketika kegembiraan karena kelahiran Immanuel merajai hati semua orang, salib sebagai satu dimensi iman tak boleh dilupakan. Kesaksian iman akan tetap dituntut untuk memperkenalkan Sabda yang menjadi manusia kepada bangsa manusia, termasuk dalam bentuk kemartiran. St. Stefanus membuktikan komitmen imannya tersebut dan tercatat sebagai yang pertama dari deretan panjang para martir penyaksi iman dengan tumpahan darah (Kis 7:55-60).

Pesta St. Stefanus mengingatkan kita akan jalan salib yang selalu melekat pada misi Gereja untuk menegakkan Kerajaan Allah. Perlawanan dan penganiayaan tak pernah lepas dari perjalanan hidup Gereja. Sebagai umat beriman kita perlu menyadari kenyataan tersebut dan mempersiapkan diri agar tetap berteguh dalam iman kepada Kristus, walaupun iman itu akan menuntut darah kemartiran kita. (ap)

  1. Adakah penganiayaan yang bisa anda temukan terhadap iman Kristiani anda?
  2. Kira-kira apa wujudnya dan sejauh mana itu meneguhkan kesetiaan pada Tuhan?

Disalin dari buku Berjalan Bersama SANG SABDA, Refleksi Harian Kitab Suci 2015 - Provinsi SVD Jawa

Mari Kita Dukung

Kilas Berita

Setiap hari Minggu ke-5, Paroki St. Aloysius Gonzaga akan mengadakan Perayaan Ekaristi khusus anak-anak. Perayaan Ekaristi diadakan pada pukul 08:30. Para orang tua diharapkan mengantarkan putra-putrinya pukul 08:00. Informasi selengkapnya bisa menghubungi pembina BIAK wilayah masing-masing.