Memancing Air E-mail
User Rating: / 2
PoorBest 

Seorang pria tersesat di gurun pasir. Ia hampir mati kehausan. Akhirnya ia tiba di sebuah rumah kosong. Di depan rumah tua tanpa jendela dan hampir roboh itu, terdapat sebuah pompa. Segera ia menuju pompa itu dan mulai memompa sekuat tenaga, tapi tidak ada air yang keluar. Lalu ia melihat ada kendi di sebelah pompa itu dengan mulutnya yang tertutup gabus, dan tertempel kertas dengan tulisan: "Sahabat, pompa ini harus dipancing dengan air dulu. Setelah Anda mendapatkan airnya, mohon jangan lupa mengisi kendi ini lagi sebelum Anda pergi."

Maka pria itu mencabut gabusnya, dan ternyata kendi itu penuh berisi air. Ia berpikir, "Apakah air ini harus dipergunakan untuk memancing pompa? Bagaimana kalau tidak berhasil? Tidak ada air lagi!Bukankah lebih aman jika saya minum airnya terlebih dahulu daripada nanti mati kehausan kalau ternyata pompanya tidak berfungsi? Untuk apa menuangkannya ke pompa karatan hanya karena instruksi di atas kertas kumal yang belum tentu benar ?"

Untungnya, suara hatinya mengatakan bahwa ia harus mengikuti nasihat yang tertera di kertas itu, sekali pun beresiko. Ia menuangkan seluruh isi kendi ke dalam pompa yang karatan itu, dan dengan sekuat tenaga memompanya.

Benar!! Air keluar dengan limpahnya. Dan ia pun minum sepuasnya.

Setelah istirahat memulihkan tenaga, dan sebelum meninggalkan tempat itu, ia mengisi kendi itu sampai penuh, menutupkan kembali gabusnya dan menambahkan beberapa patah kata di bawah instruksi pesan itu, "Saya telah melakukannya dan berhasil. Engkau harus mengorbankan semuanya terlebih dahulu, sebelum bisa menerima kembali.. Percayalah!"

-------

Barang siapa berhati egois dan terlampau mementingkan diri sendiri, ia tidak akan beroleh kemudahan dalam hidupnya. Siapa berhati baik dan bertindak demi kepentingan orang lain, ia akan beroleh kebahagiaan dalam hidupnya.

Sudahkah hari ini kita berperilaku dan bertindak demi kepentingan orang lain??
Selamat beraktifitas. Semoga semua aktifitas kita hari ini diberi kemudahan dan berkah untuk semua.

Last Updated on Sunday, 20 November 2011 08:58
 

Comments 

 
0 #2 Boedi Tjahjono 2011-11-29 07:33
:D
Quote
 
 
+1 #1 Fanda 2011-11-19 09:00
Betul! Kecenderungan manusia makin lama makin egois, hidup di dunianya sendiri. Saya diingatkan (kembali) hari ini. Trims
Quote
 

Add comment

Salam damai dalam Kristus,

Fasilitas Surat Pembaca ini disediakan bagi pengunjung web yang ingin menuliskan pesan-pesannya. Mohon digunakan dengan bijaksana demi kenyamanan kita bersama.


Security code
Refresh