Senin, 17 Agustus 2015 - Paroki St. Aloysius Gonzaga, Surabaya
Renungan Harian

Sir 10:1-8 | Mzm 101:1a.2ac.3a.6-7 | 1 Ptr 2:13-17 | Mat 22:15-21

Berikanlah kepada kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada kaisar, dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.

Sekali peristiwa, orang-orang Farisi berunding bagaimana mereka dapat menjerat Yesus dengan suatu pertanyaan. Mereka menyuruh murid-murid mereka bersama orang-orang Herodian bertanya kepada Yesus, "Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur dan dengan jujur mengajar jalan Allah dan Engkau tidak takut kepada siapapun juga, sebab Engkau tidak mencari muka. Katakanlah kepada kami pendapatMu: Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?" Tetapi Yesus mengetahui kejahatan hati mereka itu lalu berkata: "Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik? Tunjukkanlah kepadaKu mata uang untuk pajak itu." Mereka membawa suatu dinar kepadaNya. Maka Ia bertanya kepada mereka: "Gambar dan tulisan siapakah ini?" Jawab mereka: "Gambar dan tulisan Kaisar." Lalu kata Yesus kepada mereka: "Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah."

---ooOoo---

Para pendiri negara kita menyadari bahwa kemerdekaan dan keadulatan untuk menentukan nasib sendiri merupakan faktor penting untuk memajukan rakyat. Maka mereka berusaha melepaskan diri dari penjajahan bangsa lain. Proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, atau tepatnya 70 tahun yang lalu, adalah tonggak penting bagi bangsa kita Indonesia. Sejak saat itu kita menjadi bangsa yang bedaulat dan bebas menentukan nasib kita sendiri.

Kini sudah 70 tahun kita merdeka. Dalam banyak hal masih cukup banyak hal perlu diperjuangkan untuk mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur seperti cita-cita para pendiri negara kita. Yesus menekankan tentang ketaatan pada Allah dan pada pemerintah. Hal ini juga merupakan poin penting dalam mengisi pembangunan negara kita. Kita sebagai bangsa harus bersyukur karena Allah telah memberikan sejarah kemerdekaan kepada bangsa kita.

Selain itu kita pun harus berusaha mentaati hukum dan peraturan hidup bersama dalam konteks negara ini agar dapat melangkah bersama dalam semangat persatuan, toleransi serta kompak dengan sesama rakyat Indonesia mewujudkan kehidupan bersama yang sejahtera. Dirgahayu 70 th Indonesia Raya. Semoga rakyat Indonesia menikmati buah-buah kemerdekaan, anugerah dari Tuhan. (ps)

  1. Sudahkah kita bersyukur atas kemerdekaan bangsa kita?
  2. Sudahkah kita membangun relasi yang baik dengan saudara-saudari sebangsa dan setanah air?

Disalin dari buku Berjalan Bersama SANG SABDA, Refleksi Harian Kitab Suci 2015 - Provinsi SVD Jawa

Pengunjung

We have 24 guests and no members online